Selasa, 05 April 2016

Lirik : Perpisahan Ini - Melly Goeslaw (OST. AADC 2)

Perpisahan ini, Rintik air mata
Mungkin hanya rindu saja dalam hati
Hanya satu kata untaian jiwa
Jauh dari hati jujur ku mencinta
Haruskah ku lepaskan-mu
Jauh dariku

## Mungkin terlara perih serasa
Berpisah bukan akhir segala
Meski dilema rasa hati hampa
Cinta ialah sama

Hatiku tersiksa, bila kau tiada
Rasa terlara ingin kau saja
Hanya satu cinta, hanya kau saja
Jauh dari hati
Ku tak ingin pisah

Ooo...

Meski tak mudah...

Back to ##

PS: Kalau ada yang salah, mohon dikoreksi yaa :)

Rabu, 23 Maret 2016

Kekuatan Hati - Part 10

Cinta memang membuat kita untuk banyak belajar. Menghargai. Menerima. Mengingatkan. Sabar. Menasehati. Mengalah dan banyak pengorbanan.

Saat harus menjadi air ketika yang lain sedang ber-api. Pun sebaliknya.
Aku hanya berharap dan berdo'a.
Cukup inilah cinta terakhir yang benar Alloh titipkan sampai halal-nya tiba.
Semoga dia memang benar kebahagiaan yang Alloh kirim dunia akhirat.
Pintu amal sholeh yang Alloh Ta'ala bukakan.
Semoga YaaAlloh.. semoga...
Cukup aku merasakan kecewa dan sia-sia atas yang kemarin..
Cukup aku sakiti orang lain hanya yang kemarin saja..
Cukup YaaAlloh inilah yang terakhir..
Dan memang benar benar pilihan terbaik darimu..
Aku tidak kuat kalau harus lagi-lagi menyakiti tanpa alasan yang logis..
Beri jalan YaaAlloh.. agar semua bisa berlangsung sebagaimana harapan dan do'a..
Dengan caramu YaaAlloh..
Agar dia bisa diterima dalam keluarga ini..
Dan aku pun bisa diterima dikeluarganya..
Saya niat baik YaaAlloh..
Untuk bahagia dunia akhirat dalam ridho orang tua dan guru...
Semoga Engkau selalu bukakan jalannya..
Aamiin..

Kekuatan Hati - Part 9

Siapapun tidak ada yang ingin menoreh luka pada hati orang lain

terutama pada hati yang pernah dicintainya
Tapi siapa sangka, Sang Maha Cinta memudarkan rasa itu yang dulu pernah ada
Beserta segala keyakinan yang menyelimuti ruang terdalam
Pun ikut sirna dalam sekejap
Semua diluar rencana dan kendali
Tiada ada unsur kesengajaan, namun memang keadaan yang menggiring semua sampai pada hari ini
Tak tega memang hati ini merasa mengkhianati
Walau maksud dan tujuan bukan untuk sperti itu
Bukan untuk tak menghargai, tapi yang tersakiti justru merasa tak dihargai
Tiada angan sampai bisa terjadi sperti ini
Hanyalah sebatas mengikuti
Alur yang kian naik dan turun menapak jejak perjalanan yang ada..

Cinta..
Pada siapa kau akan berpihak kelak
Tentu pada pilihan yang memang Alloh kehendaki
Aku tak kuasa untuk menutupi segala gelisah gundah gulanaku..
Hanyalah Robb ku yang Maha Tau
Meski wajah ini berseri tapi hati masih saja bermuram dengan sepi

Bukan karena menangisi cinta yang lama
Hanya takut menggoreskan baretan pada hati yang tak bersalah..
Hanya takut karma kan berbalik membumerangi diri sendiri
Takut yang pertama terjadi untuk kedua kali..
Takut yang terlanjur dicinta tak lagi di direstui..
Takut kehilangan sosok yang memang kini telah sempurna mengisi hati
Tapi tetap
Berhujat dalam naungan hati dan sanubari kepada Dia yang Maha Segala..
Ilahi Robbii.... Anta ta'lam kayfa haalii...

Selasa, 22 Maret 2016

Kekuatan Hati - Part 8

Selamat pagi menjelang siang, Pujaan Hati.
Apa kabar? rasanya semakin hari rindu ini semakin merekah
Banyak sekali yang ingin aku utarakan, tapi entah harus dimulai dari mana
Manusia memang sukanya men-judge orang dari tampilan dan hanya mendengar apa kata orang
Tapi kini aku bisa menyangkalnya
Semua yang kata orang itu tidak selalu benar
Ya, Tidak selalu benar

Hari ini entahlah aku merasa sayang dan cinta ini bertambah setiap harinya
Ternyata banyak sekali pelajaran-pelajaran yang aku dapat dari dia yang dulu aku tak pernah sedikitpun ada rasa simpatik
Yang kata orang senga, pera, belagu, bukan dari keluarga dan lingkungan yang baik dan apalah bahasa buruk lainnya.
Tapi kenyataannya? Tidak. Salah. Kata mereka salah.
Aku yang buktikan, aku yang mengenali
Memang tidak butuh waktu yang singkat untuk mengenali seseorang
Butuh waktu yang lama, dan kesinambungan dalam berhubungan baik dengan dia.
Kelihatan lemah tapi tangguh. 
Mager-an tapi Luwes dan cekatan. 
Ambisius tapi dalam Pasrah. 
Dianggap biasa saja padahal Cerdas dan Jenius
Mengalah tapi tetap pemberani
Tetap maju dan totalitas pantang menyerah. 
Ah banyak sekali yang aku simpulkan tentang dia.
Yang tidak pernah ku sangka dia seperti itu, padahal dulu aku menganggap dia remeh dan bisa disebut ku kucilkan, kasarnya.  
Yang sebelumnya aku tidak penah mendapatkan perlakuan seperti itu dari orang lain.
Ketika dia berani membangunkan aku dari lelapnya kelemahan yang aku punya
Membuka pikiran dan hati yang tertutup dalam diam
Berani mengatakan apa yang tidak pantas aku kenakan
Sederhana, tapi selalu ingin terlihat elegan
Inginkan sesuatu, tapi ditahan untuk tidak merugikan orang lain
Terlihat tidak bisa apa-apa, padahal banyak yang lebih dalam dirinya.
Semua itu aku buktikan ketika permasalahan dalam permasalahan yang kita hadapi, dia sambut dengan sangat kuat dihadapan aku. 
Meski sebenarnya dia pun lemah dan tak berdaya tapi tidak pernah diperlihatkan didepan mataku
Justru dia yang menguatkan aku. 
Memberitahukan seharusnya apa dan apa yang aku perbuat
Dia yang berani mematahkan aku yang keras, tapi kemudian dikuatkan lagi untuk tetap tegar berdiri
Ah banyak sekali yang membuat aku terheran-heran melihat cara berfikirnya
Instingnya pun sangat kuat. Sering kali yang jadi pemikiranku dia bisa menebaknya.
Mungkin itu yang membuat rasa ini semakin kuat dan kian bertambah

Terimakasih, Cinta...
Semoga akan selalu seperti ini sampai restu dan keridhoan itu datang
Semoga Kau perkenan segala harap ini, Wahai Robb-ku..
Karena hanya Kau yang Maha Menghendaki segalanya
dengan segala kepasrahanku dan kepasrahannya..
maka bantulah dan mudahkanlah langkah ini..
Demi niat baik yang terpasang dalam hati
Semoga.. semoga.. semoga..



Dedicated to M.I.F / I.S

Kamis, 17 Maret 2016

Kekuatan Hati - Part 7

Selamat pagi, hati.
Sudah baikan kah?
Hmm yaa. Sedikit.
Setidaknya semalam lebih buruk
Entahlah
Mungkin memang setiap orang diciptakan berbeda dengan rasanya masing-masing.
Aku masih saja membayang-bayangkan dia dengan... hmm.. wanita itu. Ya wanita itu.
Semalaman dia meminta maaf dan menyatakan kerapuhannya.
Aku tak tega. Sungguh.
Tapi apalah daya. Jujur sesak itu masih ada. Apalagi ketika terbayang wajahnya dan wanita itu.
Ahh YaaAlloh mengapa sampai sebegininya..
Terus itu saja kalimat yang aku lontarkan sejak semalam.
Inilah sikap asliku saat memang benar-benar merasa tersenggol hatinya. Egois. Bahkan sangat egois.
Aku sendiri pun tidak mengerti kenapa sampai sejauh ini rasanya.
Sakit sekali.
Seperti yang aku bilang sebelumnya. Seperti ada bole berduri dalam hati.
Mungkin sebagian dari kalian menganggap ini sangat lebay. Urusan sesepele ini kenapa dan apa yang harus dicemburuin sih?
Ah sudah ku bilang.
Mau dicoba mengerti seperti apapun dan bagaimanapun laki-laki tetap berbeda dengan perempuan.
Mungkin menurut kalian ini sangat sepele. Tapi menurut ku ini sangat menoreh hati dan memberi luka yang mungkin bisa dibilang sangat dalam.
Sampai terasa sesak aku mengalaminya.
Masih belum puas rasanya aku melampiaskan.
Masih ada unek-unek di hati ini.
Masih ada yang menyesakkan.
Sakit.
Dan mungkin entah sampai kapan.
Semoga saja cepat berlalu.
Karena aku lelah seperti ini.